Rabu, 19 Oktober 2016

Sejarah Perkembangan Memory ROM




 SEJARAH PERKEMBANGAN MEMORY ROM



Pada postingan kali ini saya akan membahas tentang perkembangan ROM (Read Only Memory), manfaat ROM dan cara kerja atau prinsip kerja ROM, yang juga merupakan tugas ketiga dalam mata kuliah perangkat keras, semoga bermanfaat.

Perkembangan ROM (Read Only Memory)
ROM (Read Only Memory) biasa juga disebut sebagai firmware merupakan jenis memori yang isinya tidak hilang ketika tidak mendapat aliran listrik dan pada awalnya isinya hanya bisa dibaca. ROM pada komputer disediakan oleh vendor komputer yang berisi program dan data. Di dalam sebuah PC, ROM biasa disebut sebagai BIOS (Basic Input/Output System) atau ROM-BIOS. Instruksi dalam BIOS inilah yang akan dijalankan oleh mikroprosesor ketika komputer mulai dihidupkan. Umumnya proses yang terkandung dalam BIOS secara berurutan adalah sebagai berikut:

  1. Memeriksa isi CMOS.
  2. Membuat penanganan interupsi (Interrupt Handlers) dan pengendali piranti (device    driver).
  3. Menginisialisasi register dan manejemen daya listrik.
  4. Melakukan pengujian perangkat keras (POST atau the power-on self test) untuk memastikan bahwa semua perangkat keras dalam keadaan baik.
  5. 5.Menampilkan pengaturan-pengaturan pada sistem.
  6. Menentukan piranti yang akan digunakan untuk menjalankan program (misalkan pirantinya adalah harddisk).

Mengambil isi boot sector. Boot sector juga merupakan sebuah program kecil. Oleh BIOS program ini dimuat ke RAM dan kemudian mikroprosesor akan mengeksekusi perintah-perintah yang sudah berada dalam RAM tersebut.


Dengan cara seperti inilah akhirnya sistem operasi (misalnya Windows) dimuat ke memori sehingga komputer bisa dioperasikan oleh user. Dari beberapa penjelasan di atas berikut uraian beberapa istilah yang digunakan:

    MOS (Complementary Metal-Oxyde Semiconductor) merupakan jenis chip yang memerlukan daya listrik dari baterai. Chip ini berisi memori 64 byte yang isinya dapat diganti. Pada CMOS berbagai pengaturan dasar komputer dapat dilakukan, misalkan piranti yang digunakan untuk memuat sistem operasi dan termasuk pula tanggal dan jam sistem.
   
Penanganan interupsi adalah program kecil yang menjadi penerjemah antara perangkat keras dan sistem operasi. Sebagai contoh, jika pemakai menekan tombol keyboard maka isyarat ini dikirimkan melalui penanganan interupsi keyboard.

Pengendali piranti adalah program yang bertindak sebagai pemberi identitas bagi perangkat keras tertentu (misalkan scanner) sehingga bisa dikenali oleh sistem operasi.






Selain ROM, terdapat pula chip yang disebut PROM, EPROM, dan EEPROM.
PROM (Programmable Read-Only Memory). Jika isi ROM ditentukan oleh vendor, PROM dijual dalam keadaan kosong dan kemudian dapat diisi dengan program oleh pemakai. Setelah diisi dengan program, isi PROM tak bisa dihapus.
  
EPROM (Erasable Programmable Read-Only Memory). Berbeda dengan PROM, isi EPROM dapat dihapus setelah diprogram. Penghapusan dilakukan dengan menggunakan sinar ultra violet. ROM ( Electrically Erasable Programmable Read-Only Memory). EEPROM dapat menyimpan data secara permanen, tetapi isinya masih bisa dihapus secara elektris melalui program. Salah satu jenis EEPROM adalah flash memory. Flash memory biasa digunakan pada kamera digital, konsol video game, dan chip BIOS.

Fungsi ROM

ROM merupakan singkatan dari Read Only Memory, yaitu perangkat keras pada komputer berupa chip memori semikonduktor yang isinya hanya dapat dibaca. ROM tidak dapat digolongkan sebagai RAM, walaupun keduanya memiliki kesamaan yaitu dapat diakses secara acak (random).Seperti telah diungkapkan sebelumnya bahwa umumnya ROM digunakan untuk menyimpan firmware.

Pada perangkat komputer, sering ditemukan untuk menyimpan BIOS. Pada saat sebuah komputer dinyalakan, BIOS tersebut dapat langsung dieksekusi dengan cepat, tanpa harus menunggu untuk menyalakan perangkat media penyimpan lebih dahulu seperti yang umum terjadi pada alat penyimpan lain selain ROM.

Umumnya, pada media simpan lain, jika dieksekusi untuk dibaca isi atau datanya, media simpan tersebut harus dinyalakan lebih dahulu sebelum dibaca, yang tentu saja membutuhkan waktu agak lama. Hal seperti ini tidak terjadi pada ROM.Pada komputer (PC) modern, BIOS disimpan dalam chip ROM yang dapat ditulisi ulang secara elektrik yang dikenal dengan nama Flash ROM. Itulah sebabnya istilah flash BIOS lebih populer daripada ROM BIOS.

Cara Kerja ROM

ROM merupakan memori yang hanya dapat dibaca.  Data yang disimpan di ROM tidak akan hilang meskipun tegangan supply dimatikan dari sifatnya itu maka ROM sering dipakai untuk menyimpan program. Ada beberapa jenis ROM diantaranya ROM, PROM, EPROM, dan EEPROM. ROM merupakan memori yang sudah diprogram oleh pemakai tapi hanya dapat ditulis sekali saja.





Sumber : http://mahasiswa-perantau.blogspot.co.id/2014/07/sejarah-dan-perkembangan-memory-rom.html

Kamis, 23 Juni 2016

transformasi star delta menggunakan pascal



Aplikasi yang saya buat ini bertujuan untuk menghitung transformasi delta-star.Terdapat 2 pilihan cara perhitungan yaitu perhitungan pertama membutuhkan input R1, R2, R3 dengan rumus untuk mencari star-delta yaitu Ra = (R1*R2 + R2*R3 + R1*R3)/R3 ; Rb = (R1*R2 + R2*R3 + R1*R3)/R2 ; Rc = (R1*R2 + R2*R3 + R1*R3)/R1. Untuk perhitungan kedua membutuhkan input Ra, Rb, Rc dengan rumus untuk mencari delta-star yaitu R1 = Ra*Rb / (Ra + Rb + Rc) ; R2 = Ra*Rc  / (Ra + Rb + Rc) ; R3 = Rb*Rc  / (Ra + Rb + Rc).

LISTNING PROGRAM

program menghitung_transformasi_star_delta;
uses crt;
procedure delta_ra(f_r1, f_r2, f_r3: real; var result: real);
begin
   result := ((f_r1*f_r2)+(f_r2*f_r3)+(f_r3*f_r1)) / f_r3;
end;
procedure delta_rb(f_r1, f_r2, f_r3: real; var result: real);
begin
   result := ((f_r1*f_r2)+(f_r2*f_r3)+(f_r3*f_r1)) / f_r2;
end;
procedure delta_rc(f_r1, f_r2, f_r3: real; var result: real);
begin
   result := ((f_r1*f_r2)+(f_r2*f_r3)+(f_r3*f_r1)) / f_r1;
end;
procedure star_r1(f_ra, f_rb, f_rc: real; var result: real);
begin
   result := (f_ra*f_rb) / (f_ra+f_rb+f_rc);
end;
procedure star_r2(f_ra, f_rb, f_rc: real; var result: real);
begin
   result := (f_ra*f_rc) / (f_ra+f_rb+f_rc);
end;
procedure star_r3(f_ra, f_rb, f_rc: real; var result: real);
begin
   result := (f_rb*f_rc) / (f_ra+f_rb+f_rc);
end;
var
   ra, rb, rc, r1, r2, r3: real;
   pilihan1: string;
begin
   clrscr;
   writeln('1. perhitungan transformasi star-delta');
   writeln('2. perhitungan transformasi delta-star');
   write('masukkan pilihan :');
   readln(pilihan1);
   if (pilihan1 = '1') then
      begin
      write('masukkan nilai R1 : ');
      readln(r1);
      write('masukkan nilai R2 : ');
      readln(r2);
      write('masukkan nilai R3 : ');
      readln(r3);
      writeln;
      delta_ra(r1, r2, r3, ra);
      delta_rb(r1, r2, r3, rb);
      delta_rc(r1, r2, r3, rc);
      writeln('nilai Ra : ', ra:2:2, ' ohm');
      writeln('nilai Rb : ', rb:2:2, ' ohm');
      writeln('nilai Rc : ', rc:2:2, ' ohm');
      end
   else if (pilihan1 = '2') then
      begin
      write('masukkan nilai Ra : ');
      readln(ra);
      write('masukkan nilai Rb : ');
      readln(rb);
      write('masukkan nilai Rc : ');
      readln(rc);
      writeln;
      star_r1(ra, rb, rc, r1);
      star_r2(ra, rb, rc, r2);
      star_r3(ra, rb, rc, r3);
      writeln('nilai R1 : ', r1:2:2, ' ohm');
      writeln('nilai R2 : ', r2:2:2, ' ohm');
      writeln('nilai R3 : ', r3:2:2, ' ohm');
      end
   else
      begin
      writeln('salah input');
      end;
   readln;
   end.

flowchart


 

output